Trimas Mulia Tunggak Fee Nasabah

Written by Denny   // May 18, 2013   // Comments Off

Trimas Mulia

JAKARTA. Seperti efek domino, satu per satu perusahaan jual beli emas berbalut investasi berimbal hasil tetap (fixed income) bermasalah dengan nasabahnya. Yang terbaru mencuat ke permukaan adalah PT Trimas Mulia.

Para nasabah Trimas mulai resah ketika fee bulanan tidak kunjung mereka terima seperti pada bulan-bulan sebelumnya. Waktu keterlambatan pembayaran fee beragam antara nasabah satu dengan nasabah lain. Yang jelas, sejak awal Maret 2013, sudah ada nasabah yang mengaku belum menerima fee bulanan dari Trimas.

Nasabah khawatir, fee bulanan yang belum terbayar menjadi penanda awal kasus gagal bayar, sebagaimana yang terjadi pada beberapa perusahaan jual beli emas, belakangan ini.

TB. Andry Adam, Kepala Pengembangan dan Bisnis Trimas, beberapa hari lalu kepada KONTAN mengatakan, keterlambatan pembayaran fee terjadi karena Trimas sedang memproses program penjaminan dana nasabah dalam bentuk surety bonds. Proses ini targetnya kelar pada 15 Mei. Pada tanggal itu, nasabah Trimas dijanjikan pembayaran fee akan kembali normal.

Nyatanya, fee yang ditunggu-tunggu nasabah Trimas pun tak kunjung datang. Salah seorang nasabah Trimas yang enggan disebut namanya mengaku, telah menginvestasikan dana sebesar Rp 80 juta di Trimas. Namun, sejak 1 Mei 2013 lalu, fee bulanan yang seharusnya ia dapatkan sebesar Rp 6,4 juta belum ia terima hingga kini.

Anda, nasabah Trimas lainnya yang telah bergabung di Trimas sejak setahun? lalu, sejak 9 April sudah tidak lagi menerima fee bulanan. Investasi Anda di Trimas mencapai Rp 238 juta.? Nasabah lain, Hendi juga bernasib sama. Ia mengatakan, mulai tidak menerima fee yang dijanjikan Trimas sebesar 3% per bulan sejak 8 Maret lalu.

Nah, kemarin, nasabah diundang manajemen Trimas untuk mediasi. Dalam forum mediasi tersebut, Yoga Dendawancana, Direktur Trimas bilang, Trimas terlambat membayar fee nasabah karena kesulitan keuangan. Ia mengaku, telah ada cash out yang cukup besar pada bulan Maret-April hingga mencapai Rp 300 miliar. “Ini terlalu besar dan berat,” kata Yoga.

Meski berat, Trimas menjanjikan untuk segera memenuhi kewajiban terhadap nasabah. Caranya, dengan menjual aset Trimas atau mencari joint investor. Tidak dirinci aset-aset apa saja yang akan dijual. Menurut Yoga, secara keseluruhan aset Trimas saat ini sekitar Rp 500 miliar. Dana sebesar itu cukup untuk mengembalikan modal nasabah Trimas.

Bentuk tim pengawas

Untuk mengawasi proses pengembalian dana, para nasabah Trimas yang terdiri dari 10 orang membentuk tim perwakilan nasabah. Hendi, salah satu anggota tim ini mengatakan, Jumat pekan depan (24/5), nasabah akan mendapat gambaran lengkap mengenai aset dan total dana nasabah. “Benar tidak itu yang dikatakan Yoga,” kata Hendi.

Sementara itu, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengakui telah menerima pengaduan dari sejumlah nasabah Trimas Mulia. Menurut M. Yulianta, Kasubdiv Pelayanan Konsumen OJK Wilayah Regional, pengaduan nasabah Trimas tersebut tersebar di Jakarta dan beberapa kota besar lain.

Pengaduan itu masuk lewat layanan call center OJK. Adapun nilai investasi nasabah yang mengadu tersebut rata-rata di atas Rp 100 juta.??? Selain pengaduan dari nasabah Trimas, OJK juga menerima pengaduan dari beberapa perusahaan jual beli emas lain, seperti dari nasabah PT Virgin Gold Mining Corporation (VGMC) dan PT Lautan Emas Mulia (LEM).

“Pengaduan terkait perusahaan investasi emas ini langsung diteruskan ke Satgas Waspada Investasi,” imbuh Ketua Dewan Komisioner OJK, Muliaman D Hadad, kemarin (17/5). Hanya saja, anggota Satgas Waspada Investasi, Martireni mengatakan, pihaknya masih belum menerima laporan mengenai kasus PT Trimas Mulia hingga kini.

Kata Muliaman, sejauh ini, ada 29 perusahaan investasi emas yang tengah dipantau oleh OJK. Bila kelak ada pengaduan dari nasabah, OJK akan langsung meneruskan ke Satgas Waspada Investasi untuk ditindaklanjuti.

(Sumber: www.kontan.co.id)


Tags:

fixed income

nasabah

OJK

Trimas Mulia


Similar posts