Tidak Percaya US Dollar, 12 Negara Bagian AS Pakai Koin Emas Perak

Written by Denny   // October 10, 2012   // 0 Comments

dinar amerika

Akibat ketidakpercayaan masyarakat AS terhadap sistem Perbankan mereka sendiri, ada selusinan negara bagian yang masyarakatnya dalam beberapa tahun terakhir mengembangkan mata uangnya sendiri, dengan tidak lagi menggunakan Dollar AS.

Kepercayaan mereka telah hilang atas uang dollar terbitan The Fed, Bank Sentral AS. Sebut saja The Cascadia Hour Exchange yang menggunakan mata uang CHE. John Poling, pendiri lembaga keuangan tersebut dalam video CNNMoney, “Kita tidak percaya dengan sistem perbankan”

Penolakan US Dollar pertama kali dipelopori oleh gerakan Liberty Dollar yang menggunakan koin emas, perak, serta tembaga sebagai alat pembayaran, dan mulai populer di seluruh AS.

The Fed menjadi kuatir akibat meluasnya gerakan ini. Untuk itu ia menekan FBI agar membungkam Liberty Dollar. Namun usaha The FED kandas, karena pengadilan AS menangkan pihak Liberty Dollar dan FBI wajib mengembalikan koin-koin emas perak yang sempat mereka sita plus ganti rugi.

Bahkan komunitas muslim AS pun telah menerbitkan dinar emas dan dirham perak disana.

Emas Legal Sebagai Alat Tukar

The FED berada diambang kehancuran, para anggota parlemen di 12 negara bagian. Diantaranya : Utah, Virginia, Minessota, Tennessee, Iowa, South Carolina, Colorado dan Georgia sedang mencari persetujuan dari pemerintah negara mereka untuk mensahkan UU Mata Uang Alternatif untuk negara bagian mereka sendiri.

Salah satu celah hukum yang terdapat dalam UU Mata Uang AS sesuai dengan konsitusi adalah diperbolehkannya penggunaan koin emas dan perak.

Mendahului Virginia, Utah menjadi negara bagian AS pertama yang memperkenalkan uang alternatif secara resmi yang dilandasi hukum.

Pada bulan Maret 2011 Gubernur Gary Herbert menandatangani UU yang mengakui koin emas dan perak yang dicetak oleh US Mint berupa American Gold dan Silver Eagle sebagai alat pembayaran yang sah dan dapat digunakan untuk membayar pajak.

Kemudian disusul oleh South Carolina pada Februari 2012. Sedangkan Virginia, negara bagian AS yang mempelopori penggunaan mata uang alternatif, beserta beberapa negara bagian lainnya masih harus berjuang untuk mendapatkan dukungan dari pemerintah mereka masing-masing.

Dinar Emas, Standar Moneter Masa Depan Dunia Islam

Penggunaan emas dan perak sebagai mata uang bukan sesuatu yang asing di dalam Islam. Islam telah menetapkan dinar emas dan dirham perak sebagai standar moneter. Bahkan, banyak sekali hukum-hukum yang dikaitkan dengan keberadaan dinar emas ataupun dirham perak. Misalkan standar nishab zakat adalah 0,5 dinar setiap simpanan 20 dinar yang telah mencapai waktu satu tahun.

Keberadaan dinar emas sebagai mata uang, menjadikan ekonomi relatif stabil, nyaris tidak ada inflasi yang disebabkan oleh berkurangnya nilai uang. Kemakmuran umat pun akan merata.  Dalam workshop Cerdas Finansial dengan Dinar yang diadakan Gold Dinar dikupas tuntas kekuatan dinar emas dibandingkan dengan uang kertas berdasarkan teori kuantitas uang.

Negara Amerika Serikat yang mengemban Kapitalisme saja sudah tidak percaya dengan uang kertas dan lebih percaya kepada keadilan emas dan perak sebagai mata uang. Bagaimana dengan anda wahai kaum muslimin ?

(Diolah dari berbagai sumber)

 


Tags:

dinar; mata uang; uang

ekonomi Islam

investasi emas

keadilan ekonomi Islam


Similar posts