Pembobolan Sistematis Keuangan Rakyat dan Solusinya

Written by administrator   // June 14, 2011   // 0 Comments

1445097620X310

Beberapa hari ini, kasus pembobolan bank yang dilakukan oleh Ratu Pembobol Bank Melinda Dee banyak mendapatkan perhatian publik. Bagaimana tidak, wanita cantik berusia 47 tahun itu berhasil menggasak uang nasabahnya sebesar 20 milyar rupiah. Polisi pun kemudian mengamankan asset-aset mewah miliknya. Selain menyita apartemen mewah dan uang miliaran rupiah, polisi pun menyita empat mobil mewah Malinda: Ferrari merah seri F-430 Scuderia, Mercedez Benz putih seri E 350 dua pintu, Ferrari merah seri California, dan Hummer.

Kasus pembobolan uang nasabah oleh pegawai bank bukan cerita baru. Sudah banyak nasabah yang menjadi korban penggelapan dana di berbagai bank di Tanah Air dengan modus yang kurang lebih sama dan melibatkan orang dalam bank itu sendiri.

Nah, ternyata ada yang lebih dahsyat dan sistematis modus pembobolan uang tersebut. Bukan hanya milyaran, bahkan triliunan rupiah dan yang dirugikan seluruh rakyat Indonesia.

Itulah pembobolan rekening seluruh rakyat Indonesia melalui inflasi. Tahun ini saja pemerintah mentargetkan inflasi sebesar 5,3%. Tapi Berdasarkan simulasi Bappenas, inflasi berpotensi menembus 7 persen (www.depkominfo). Artinya, jika pada tahun 2011 pendapatan negara ditargetkan 1.086 triliun rupiah, maka dengan adanya inflasi sebesar 7%, nilai uang tersebut akan berkurang sebanyak 76 triliun rupiah! Anda bisa bayangkan kerugian yang didapat oleh rakyat. Padahal, subsidi non energi saja yang dialokasikan oleh pemerintah sebesar 51 triliun (data pokok RAPBN 2011).
Pembobolan harta kekayaan secara sistematis terhadap seluruh umat manusia, bukan hanya menimpa rakyat Indonesia. Disebabkan oleh keberadaan uang kertas yang beredar yang tidak memiliki nilai sama sekali. Serta adanya sektor non riil yang menjadi jantung dari ekonomi kapitalis. Ekonomi non riil menyebabkan pertumbuhan uang lebih cepat dari pada pertumbuhan barang dan jasa itu sendiri. Akibatnya nilai dari uang tersebut untuk membeli barang atau jasa menjadi berkurang. Inilah yang dimaksud dengan inflasi. Keberadaan uang kertas yang tidak diback up oleh emas, menjadikan uang sesuatu yang tidak riil dan nilainya ditentukan oleh persepsi atau kepercayaan orang terhadap uang tersebut.

Jika dikaji berdasarkan rumus Equation of exhchange :
M x V = P x Q

Jumlah uang yang beredar dikalikan kecepatan berputarnya sama dengan tingkat harga dikalikan dengan pertumbuhan barang dan jasa.

Dalam ekonomi kapitalis M (jumlah uang) bisa bertambah dengan cepat karena adanya sektor non riil (perbankan dan bursa saham). Dan kecendrungan masyarakat untuk menyimpan dananya di bank untuk mendapatkan bunga, alih-alih menginvestasikannya di sektor riil. Sehingga uang tidak berputar sebagaimana seharusnya, pertumbuhan barang dan jasa pun menjadi mandek. Inilah yang mengakibatkan adanya inflasi.

Berbeda jika uang yang digunakan adalah Dinar emas. Nilai intrinsik dan ekstrinsiknya sama. Negara tidak dapat seenaknya mencetak dinar, karena harus disesuaikan dengan cadangan emas yang dimilikinya. Walapun negara dapat mencetak uang kertas tapi tetap harus dibackup 100% dengan cadangan emasnya. Akibatnya jumlah uang yang beredar (M) relative tetap. Islampun melarang kaum muslimin menimbung uangnya (kanzul maal). Pilihan bagi yang memiliki harta adalah : 1)menghabiskannya, 2) menginvestasikannya, 3)menyedekahkannya. Kalaupun ingin ditabung (idkhar) untuk kebutuhan di masa yang akan datang, jika sudah mencapai nishab zakat dan haul setahun, maka hartanya akan dikenakan zakat.

Dengan ekonomi Islam yang menjadikan Dinar emas dan Dirham perak sebagai mata uang , ditambah larangan untuk melakukan penimbunan kekayaan (kanzul maal), serta dorongan untuk sedekah dan kewajiban zakat. Sudah cukup untuk menyelesaikan problematikan ekonomi yang terjadi. Itulah Islam yang rahmatan lil alamin.
Sudah saatnya bagi kaum muslimin untuk meninggalkan ekonomi kapitalis dan menerapkan ekonomi syariah dibawah naungan Khilafah. Itu adalah jaminan dari Allah swt :

“Jika sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertaqwa, pastilah Kami melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya “(TQS. Al Araf [7] : 96).

 


Tags:

carousel


Similar posts