Haramnya Bunga Bank Belum Jadi Fatwa MUI

Written by administrator   // June 3, 2011   // 0 Comments

bank_dunia_ingatkan_indonesia_bahaya_inflasi_20817

Semarang, CyberNews, Ketua Umum MUI Pusat Dr KH MA Sahal Mahfudh menyatakan fatwa haram bunga bank bukan keputusan Dewan Syariah Nasional MUI, melainkan keputusan Komisi Fatwa dalam ijtima ulama. Jadi fatwa tersebut belum menjadi fatwa MUI.

Sahal Mahfudh mengungkapkan hal itu sebelum mengikuti Silaturahmi dan Halalbihalal Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Tengah di Masjid Agung Jateng, Sabtu (20/12), menanggapi fatwa haram bunga bank yang dihasilkan dalam Rapat Kerja Nasional MUI di Hotel Indonesia, Jakarta, 14-16 Desember lalu.

Sahal mengatakan, yang berkumpul saat itu para Komisi Fatwa MUI tingkat provinsi. Ada keputusan atau tidak dalam pertemuan itu sebenarnya tidak menjadi masalah. Menurutnya, sejak dulu bunga bank masih menjadi persoalan yang mengundang pro dan kontra. Komisi Fatwa dan ijtima ulama rupanya memperdekat urusan tersebut.

“Jadi sekali lagi, itu baru keputusan Komisi Fatwa dalam ijtima ulama, bukan keputusan Dewan Syariah Nasional, dan juga belum menjadi fatwa MUI,” tegasnya.

Dia menegaskan kalau fatwa itu mengeluarkan MUI secara kelembagaan, bukan komisi. Bila menyangkut urusan produk halal yang mengeluarkan sekaligus bertanggung jawab implementasinya adalah Dewan Syariah Nasional.

MUI akan memproses bunga bank haram atau tidak, masih memunggu rapat pengurus harian. MUI akan mempertimbangkan persoalan itu. Soal keputusannya nanti dibatalkan atau diteruskan, katanya, langkah MUI saat ini belum sampai ke sana.

Menyangkut keberatan dari bank-bank atas itjima ulama tersebut, kiai asal Pati itu mengemukakan sebenarnya tidak perlu ada keberatan apabila jujur. Karena keputusan tersebut bisa diberlakukan di daerah-daerah yang belum memiliki bank-bank syariah.

”Daerah yang belum memiliki bank syariah masih berlaku darurat. Sedangkan yang sudah memiliki bank syariah diberlakukan keputusan tersebut. Itu, kan sebenarnya tidak menjadi masalah,” ujarnya. Dia menambahkan sosialiasasi keberadaan bank syariah harus dilakukan secara intens.

Tiga Pendapat

Menyinggung keputusan kalangan NU, pengasuh Pondok Pesantren Maslakhul Huda, Kajen, Margoyoso, Pati itu mengungkapkan NU sejak dulu telah mengakomodasi perbedaan pendapat soal bunga bank.

Dalam beberapa kali muktamar NU memiliki tiga pendapat yaitu kalangan yang menyatakan bunga bank itu termasuk haram, subhat dan halal. ”Pada dua kali muktamar NU selalu mengambil sikap yaitu haram, keputusan tetap tiga itu,” jelasnya.

Ketika Muktamar NU 1971 di Surabaya keputusan tetap sama, cuma tidak mengambil sikap karena mengantisipasi perkembangan. Karena itu, masyarakat dipersilakan untuk memutuskan sendiri. ”Masyarakat terserah saja karena ini termasuk hukum fiqih, mana yang mantap.” (waa/cn05)

 


Tags:

carousel


Similar posts