Fatwa MUI Bisa Menjadi Bumerang

Written by administrator   // June 3, 2011   // 0 Comments

1334546_istock_000002304477xsmall1

TEMPO Interaktif, Yogyakarta: Ketua Umum Pengurus Pusat Muhammadiyah, Prof. Dr. Ahmad Syafii Maarif menilai fatwa Majelis Ulama Indonesia yang mengharamkan bunga bank adalah keputusan yang tergesa-gesa. Terlebih lagi MUI sudah banyak mengeluarkan fatwa namun fatwa-fatwa MUI tersebut tidak pernah efektif dalam implementasinya di masyarakat. Bahkan, kata Syafii, fatwa haramnya bunga bank itu justru akan menjadi bumerang.

“Sebagai suatu ijtihad, fatwa (yang mengharamkan bunga bank) itu pantas dihargai. Tapi saya kira hal itu tergesa-gesa. Di kalangan ulama sendiri, masalah bunga bank belum satu pendapat dan masih kontroversial. Persoalan ini (bunga bank) adalah persoalan klasik sejak dulu,” kata Syafii menjawab pertanyaan wartawan di sela-sela launching website majelis tabligh milik Muhammadiyah di kantor PP Muhammadiyah Yogyakarta, Rabu (17/12).

Menurut Syafii, jika difatwakan bunga bank adalah haram, mestinya berlaku secara umum, tidak dibatasi. Tapi kalau fatwa haram itu hanya berlaku secara terbatas di daerah yang sudah ada Bank Syariah atau Bank Muamalat-nya, kata Syafii, masyarakat akan bingung.

Dikatakan Syafii, soal haram atau halalnya bunga bank, sebenarnya adalah persoalan klasik yang muncul sejak dulu. Kata Syafii, A. Hasan, yang merupakan ulama besar dari Bangil (Jawa Timur) menyatakan bunga bank tidak haram karena di dalamnya tidak ada riba. Kalau yang namanya riba, tetap haram. Tapi dalam bunga bank itu kan tidak ada unsur eksploitasinya. “Dan yang harus dilihat juga, bahwa bank syariah dan bank muamalat sebenarnya pasyung besarnya adalah bank konvensional. Terus bagaimana ini?” kata Syafii.

Syafii sendiri mendukung tumbuh suburnya bank-bank Syariah dan Bank Muamalat. Hanya saja, kata dia, bank-bank syariah itu harus meningkatkan kinerjanya agar bisa bersaing secara fair dengan bank-bank lain. “Kalau bank-bank syariah itu kinerjanya bagus dan mampu berkompetisi secara fair, orang akan memilih itu (menjadi nasabah bank syariah). Tapi kalau belum-belum sudah minta fatwa, saya takut akan menjadi bumerang,” kata Syafii.

Menanggapi fatwa MUI tentang haramnya bunga bank itu, Syafii Maarif meminta agar umat tidak emosional dan tidak bingung. Mengenai bunga bank itu sendiri, kata Syafii, Muhammadiyah akan meminta Majelis Tarjih Muhammadiyah untuk mengkaji secara serius masalah tersebut. “Tapi konsentrasi kita sekarang adalah mengobarkan semangat perlawanan terhadap korupsi. Mari masalah korupsi ini dulu kita selesaikan,” tegas Syafii.

Syaiful Amin – Tempo News Room

 


Tags:

carousel


Similar posts